MENU

Rabu, 14 September 2016

Metode Penelitian : Model Pembinaan Karakter Siswa di MTsN

BAB III
METODE PENELITIAN
A.     Jenis dan Pendekatan Penelitian
1.      Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.[1]
Menurut Hidayat syah penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang digunakan untuk menemukan pengetahuan yang sekuas-luasnya terhadap objek penelitian pada suatu masa tertentu[2].  Sedangkan menurut Punaji Setyosari ia menjelaskan bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk  menjelaskan atau mendeskripsikan suatu keadaan, peristiwa, objek apakah orang, atau segala sesuatu yang terkait dengan variabel-variebel yang bisa dijelaskan baik dengan angka-angka maupun kata-kata.[3]  Hal senada juga dikemukakan oleh Best bahwa penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya.
Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia.[4] Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya
Penelitian deskriptif kebanyakan tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu, melainkan lebih pada menggambarkan apa adanya suatu gejala, variabel, atau keadaan. Namun demikian, tidak berarti semua penelitian deskriptif tidak menggunakan hipotesis. Penggunaan hipotesis dalam penelitian deskriptif bukan dimaksudkan untuk diuji melainkan bagaimana berusaha menemukan sesuatu yang berarti sebagai alternatif dalam mengatasi masalah penelitian melalui prosedur ilmiah.
Penelitian deskriptif tidak hanya terbatas pada masalah pengumpulan dan penyusunan data, tapi juga meliputi analisis dan interpretasi tentang arti data tersebut. Oleh karena itu, penelitian deskriptif mungkin saja mengambil bentuk penelitian komparatif, yaitu suatu penelitian yang membandingkan satu fenomena atau gejala dengan fenomena atau gejala lain, atau dalam bentuk studi kuantitatif dengan mengadakan klasifikasi, penilaian, menetapkan standar, dan hubungan kedudukan satu unsur dengan unsur yang lain.
Penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan pengaruh pembinaan karakter terhadap akhlak siswa di MTsN Watampone Kabupaten Bone
2.      Pendekatan penelitian
Pendekatan ini menggunakan pendekatan pedagogis, teologi normatif dan yuridis[5]
a.       Pendekatan paedagogis digunakan untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan  dengan upaya pembinaan karakter siswa di MTsN Watampone Kabupaten Bone, dengan adanya peran  guru, pembinaan karakter siswa melalui kegiatan  pembelaran, kegitan ekstrakorikuler dan budaya sekolah siswa dapat memiliki karakter yang lebih baik. 
b.      Pendekatan fenomenologi, yaitu kembali kepada hal-hal itu sendiri. Maksudnya jika ingin mengetahui fenomena jangan hanya mendengar apa yang dikatakan orang,  tetapi kembalilah kepada subjeknya. Pendekatan fenomenologi digunakan untuk mengetahui dan memahami fenomena yang terjadi di MTsN Watampone Kabupaten Bone, mengenai model pembinaan karakter melalui kegitan pembelajaran, kegiatan ekstrakokurikuler dan budaya sekolah.
B.     Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.[6]Sehingga populasi pada penelitian ini adalah seluruh guru dan siswa MTsN Watampone Kab. Bone.pada tahun pelajaran 2015/2016 memiliki jumlah guru 120 orang dan siswa-siswi  sebanyak 1800 orang.
2. Sampel
Pada pemilihan sampel dari populasi di atas maka digunakan teknik purposive sampling, sehingga peneliti menentukan kelas yang akan dijadikan sampel pada penelitian ini adalah kelas VIII MTsN Watampone Kab. Bone dengan jumlah siswa 30 orang. Sedangksn guru yang menjadi sampel dalam penelitin ini adalah guru yang berjumlah 25 orang. Diantaranya kepala sekolah, wakil kepalah sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah  bidang  kesiswaan, guru mata pelajaran agama Islam, guru PKN dan guru pembina ekstrakurikuler yang manjadi sampel.
C.     Sumber Data
Penulis mengelompokkan penentuan sumber data menjadi dua buah data yaitu :
a.       Data primer, yaitu data aktivitas guru dalam pembinaan akhlak anak, antara lain meliputi kedisiplinan dan ketaatan terhadap tata tertib sekolah,keseharian siswa terhadap guru dan teman-temannya di lingkungansekolah. Data program pembinaan karakter yang dilakukan di MTS Watampone.
b.      Data sekunder, yaitu data yang mendukung terhadap data primer. Datasekunder ini akan diperoleh dari kepala sekolah, karyawan, mengenaisejarah singkat, letak geografis, keadaan guru dan karyawan, keadaansiswa, keadaan sarana dan prasarana, kurikulum dan system pendidikan serta pengembangan program.
D.    Metode Pengumpulan Data
1.      Observasi
Observasi/pengamatan adalah alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki.[7] Menurut Sukardi, observasi adalah cara pengambilan data dengan menggunakan salah satu panca indera yaitu indera penglihatan sebagai alat bantu utamanya untuk melakukan pengamatan langsung, selain panca indera biasanya penulis menggunakan alat bantu lain sesuai dengan kondisi lapangan antara lain buku catatan, kamera, film proyektor, check list yang berisi obyek yang diteliti dan lain sebagainya.[8] Metode ini digunakan untuk melihat langsung bagaimana karakter siswa di dalam dan di luar kelas (lingkungan sekolah) dan keterkaitanya dengan pembinaan karakter yang dilakukan oeh guru.
2.      Wawancara
Wawancara adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilaksanakan dengan melakukan tanya jawab lisan secara sepihak, berhadapan muka, dan dengan arah serta tujuan yang telah ditentukan. Dalam wawancara penulis dapat menggunakan dua jenis, yaitu : wawancara terpimpin (wawancara berstruktur) dan wawancara tidak terpimpin (wawancara bebas).[9] Metode ini digunakan untuk menggali data yang berkaitan dengan pembinaan karakter yang dilakukan di sekolah dan untuk mengetahui karakter siswa di MTsN Watampone. Pengambilan data melalui wawancara dilakukan terhadap kepala madrasah, guru yang mengajar di kelas yang menjadi sampel dan Pembina ekstrakurikuler di MTsN Watampone.
3.      Dokumentasi
Metode dokumentasi, yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar,majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda.Dibandingkan dengan metode lain, maka metode ini agak tidak begitu sulit, dalam arti apabila ada kekeliruan sumber datanyamasih tetap, belum berubah. Dengan metode dokumentasi yang diamati bukan benda hidup tetapi benda mati.[10] Metode ini digunakan untuk mencari data mengenai catatan guru terhadap keadaan karakter siswa di MTsN Watampone, dan data administrasi lainnya.
4.      Angket
            Angket adalah pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi  dari responden dalam arti laporan tentang pribadi atau hal-hal yang ia ketahui”[11]. Sedangkan menurut Sugiyono “Angket atau kuesioner merupakan tehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab”.[12]
Menurut Arikunto prosedur penyusunan angket adalah sebagai berikut:
1.      Merumuskan tujuan yang akan dicapai dalam kuesioner.
2.      Mengidentifikasikan variabel yang akan dijadikan sasaran kuesioner.
3.      Menjabarkan setiap variabel menjadi sub-variabel yang lebih spesifik dan tunggal.
4.      Menentukan jenis data yang akan dikumpulkan, sekaligus untuk menentukan teknik analisisnya.[13]
Kuesioner atau angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kuesioner atau angket langsung yang tertutup karena responden hanya tinggal memberikan tanda pada salah satu jawaban yang dianggap benar. Angket hanya diberikan kepada siswa yang berjumlah 30 orang.
E.     Metode Analisis Data
Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkandata dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapatditemukan dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankanoleh data.[14] Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif.
Metode deskriptif yaitu metode analisis data yang berupa katakata,gambar, dan bukan angka-angka.[15]Metode ini bertujuan untuk menyajikan deskripsi (gambaran) secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat serta hubungan fenomena yang diselidiki. Dengan demikian analisis ini dilakukan saat peneliti berada di lapangan dengan cara mendeskripsikan segala data yang telah didapat, lalu dianalisis sedemikian rupa secara sistematis, cermat dan akurat. Dalam hal ini data yang digunakan berasal dari wawancara dan dokumen-dokumen yang ada serta hasil observasi yang dilakukan.
Kemudian agar data yang diperoleh nanti sesuai dengan kerangka kerja maupun fokus masalah, akan ditempuh tiga langkah utama dalam penelitian ini, yaitu:
a.       Reduksi data adalah proses memilih, menyederhanakan, memfokuskan, mengabstraksikan dan mengubah data kasar yang muncul dari catatan-catatan lapangan.[16] Reduksi data dimaksudkan untuk menentukan data ulang sesuai dengan permasalahan yang akan penulis teliti. Mengadakan reduksi data yang dilakukan dengan jalan abstraksi yaitu usaha membuat rangkuman inti, proses dan pernyataanpernyataan yang perlu. Data mengenai peranan guru PAI di MTsN Watampone dalam pembentukan akhlak siswa pada masa pubertas diperoleh dan terkumpul, baik dari hasil penelitian lapangan atau kepustakaan kemudian dibuat rangkuman.
b.      Sajian data (display data) adalah suatu cara merangkai data dalam suatu organisasi yang memudahkan untuk membuat kesimpulan dan atau tindakan yang diusulkan.[17]Sajian data dimaksudkan untuk memilih data yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.Artinya data yang telah dirangkum tadi kemudian dipilih, sekiranya data mana yang diperlukan untuk penulisan laporan penelitian.
c.       Verifikasi dan atau menyimpulkan data yaitu penjelasan tentang makna data dalam suatu konfigurasi yang secara jelas menunjukkan alur kausal-nya, sehingga dapat diajukan proposisi-proposisi yang terkait dengannya[18]. Verifikasi data dimaksudkan untuk penentuan data akhir dari keseluruhan proses tahapan analisis, sehingga keseluruhan permasalahan mengenai bagaimana model pembinaan karakter terhadap akhlak siswa di MTsN Watampone Sehingga dapat dijawab sesuai dengan kategori data dan permasalahannya.
Dalam penelitian ini, data yang telah terkumpul akan diolah dan pengolahan data dilakukan dengan triangulasi, reduksi,  penyajian data, penarikan kesimpulan.
1.      Triangulasi
Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data sebagai pembanding terhadap data tersebut. Terdapat tiga macam triangulasi yaitu triangulasi dengan sumber, triangulasi dengan teknik, dan triangulasi waktu. Pada penelitian ini penulis menggunakan triangulasi dengan menggunakan sumber yaitu dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber. Pada penelitian ini, untuk menguji kredibilitas data pemanfaatan koleksi e-book, maka data yang diperoleh diujikan kepada pemustaka yang merupakan subyek dari penelitian serta disesuaikan dengan teori – teori yang ada.
2.      Reduksi
Reduksi yaitu merangkum, memilih hal–hal pokok, dan memfokuskan pada hal–hal penting. Dengan begitu, data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas. Dalam penelitian ini, peneliti memfokuskan pada pemanfaatan koleksi e-book yang dilakukan oleh pemustaka
3.      Penyajian Data
Setelah data direduksi, langkah selanjutnya adalah menyajikan data. Data disajikan dalam bentuk teks yang bersifat naratif. Data disajikan dengan mengelompokkan sesuai dengan sub bab masing – masing.
4.      Penarikan Kesimpulan
Setelah data di sajikan, langkah selanjutnya yaitu penarikan kesimpulan. Setelah menjabarkan berbagai data yang telah diperoleh, peneliti membuat kesimpulan yang merupakan hasil dari suatu penelitian.[19]




[1] Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2004), Cet.20, h. 6.
[2] Hidayat syah.2010.Pengantar Umum Metodologi Penelitian Pendidikan Pendekatan Verivikatif. Pekanbaru : Suska Pres.
[3] Punaji Setyosari.2010.Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta : Kencana.
[4] Sumardi Suryabrata.2008.Metodologi Penelitian. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
[5] Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam ( Cet:.IX; Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004), h.28
[6]Ibid., h. 90.
[7] Cholid Narbuko dan Abu Achmadi, Metodologi Penelitian : Memberi Bekal Teoritis pada Mahasiswa tentang Metodologi Penelitian serta diharapkan dapat Melaksanakan Penelitian dengan Langkah-Langkah yang Benar, (Jakarta: PT. Bukti Aksara, 2005) Cet. 7, hlm. 70.
[8] Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya, (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), hlm. 78.
[9] Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2006), Cet. 6, hlm. 82.
[10] Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2006), Cet. 12, hlm. 231.
[11] Ibid. h. 251
[12] Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis. (Bandung. Pusat Bahasa Depdiknas 2003), h. 199
[13] Suharsini Arikunto, Op. Cit.h. 268
[14] Lexy J. Moleong, Op. Cit, hlm. 280
[15]Ibid, hlm. 11
[16] Mohammad Ali, Strategi Penelitian Pendidikan, (Bandung: Angkasa, 1993), Cet.1, hlm. 167.
[17]Ibid.
[18]Ibid.                                     
[19]Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif (Cet.1 :Bandung, Alfabeta, 2010.) h. 225

Tidak ada komentar:

Posting Komentar