MENU

Senin, 05 September 2016

AYO KE JENEPONTO

Berjarak sekitar 90 km dari Kota Makassar, Kabupaten Jeneponto belum dijadikan sebagai  tujuan utama wisatawan di Sulawesi Selatan. Padahal, Kabupaten dengan julukukan “Bumi Turatea” ini menyimpan sejuta pesona yang membuat anda tidak akan menyesal jika berkunjung kesana.
1. Air Terjun Tama’lulua Bossolo
Air terjun Tama’ Lulua atau biasa disebut air terjung Bossolo berada di Desa Ramba, Kecamatan Rumbia. Jarak tempuh dari kota Jeneponto sekitar 30 Km yang dapat diakses menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.
Destinasi ini baru populer pada awal Bulan Januari lalu melalui media sosial Twitter, Instagram maupun Facebook. Bagaimana tidak, air terjun Tama’luluan menawarkan pesona yang jarang anda temukan di air terjun tempat lain.
Sebab, keindahan air terjun Tama’lulua dapat anda nikmati dari atas perbukitan nan hijau. Pastinya ini, dapat menghilangkan penat atau beban di pikiran anda.
Termasuk air terjun dengan tebing yang tinggi menambah pesonanya. Ini ditambah air jernih mengalir deras dari ketinggian dapat anda gunakan untuk mandi dan berendam.
Tak jauh dari Air terjun Tama’lulua terdapat gua besar yang dapat menampung ratusan orang. Konon katanya tempat ini dulunya dijadikan base camp oleh tentara Belanda.
Nah, tunggu apalagi silahkan langkahkan kakimu kesana.
2. Air Terjun Boro
Kabupaten Jeneponto ternyata menyimpan potensi wisata yang luar biasa. Dimana terdapat banyak obyek wisata alam yang sangat potensial untuk dikunjungi.
Salah satunya, Boro yang terletak di Dusun Boro, Desa Tompobulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Lokasinya berada sekitar 30 kilometer di utara pusat Kabupaten Jeneponto, sekitar 200 meter dari jalan poros Kelara-Rumbia.
Air Terjun Boro memiliki daya tarik tersendiri. Yaitu ketinggiannya yang mencapai 30 meter, yang membuat aliran airnya sangat deras sehingga banyak pengunjung maupun masyarakat sekitar yang mandi langsung di bawah air terjun tersebut. Rasanya seperti dipijit-pijit.
Berdiri di bawahnya, seakan mengubur kesan: Jeneponto gersang. Hijau pepohonan yang rimbun, sejuknya tidak main-main. Napas terasa panjang, terik matahari nyaris tak terasa.
Namun, tidak gampang menembus air terjun Boro. Cukup terjal dan hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki dengan melewati semak belukar. Penasaran ingin merasakan sensasinya? Tunggu apalagi.
3. Pemakaman Bangsawan Binamu
Bagi anda penggemar wisata sejarah, harus memasukkan destinasi wisata ini ke dalam list tempat wisata yang harus anda kunjungi. Kompleks Makam Raja-raja Binamu berada di Desa Bontoramba, Kabupaten Jeneponto.
Kompleks ini juga sering disebut Cagar Budaya Makam Raja-raja Binamu, karena terlihat dari bentuk makam yang berundak dan terbuat dari patu pahat persegi yang identik dengan zaman batu atau purbakala.
Kompleks ini adalah area pemakaman bangsawan dari Kerajaan Binamu. Untuk menuju Desa Bontoramba sebenarnya tidaklah sulit, karena hanya berjarak tiga kilometer dari jalan poros Sulawesi Selatan di Kecamatan Tamalatea.
Cagar Budaya Makam Raja-raja Binamu merupakan salah satu situs budaya yang dilindungi. Kompleks makam ini diresmikan pada tanggal 11 Agustus tahun 1984, yang sebelumnya diadakan perbaikan mulai tahun 1981. Di dalam kompleks makam ini terdapat kurang lebih 639 buah makam yang beraneka bentuk dan ukuran.
Makam-makam yang ada disini diklasifikasikan menjadi tiga golongan menurut ukurannya. Yakni makam ukuran besar, sedang dan kecil.  Yang membuat makam ini berbeda dengan makam lain adalah, pada umumnya makam-makam disini bentuknya berundak-undak, dengan bahan papan batu yang memiliki tiga bagian, bagian alas yang terpendam di tanah, bagian tubuh yang berupa dinding batu berpahat, dan bagian kepala tempat nisan ditancapkan.
Bentuk nisan dan pola ragam hiasnya pun berbeda dengan makam lain. Nisan yang ada di Cagar Budaya Raja-raja Binamu memiliki bentuk diantaranya nisan arca, bentuk pallus, gadah, dan pipih
4. Air Terjun Lembah Impian
 
Air terjun lembah impian, sesuai dengan namanya tempat ini berada pada sebuh lembah di dusun Kampung Beru Desa Bontomanai Kec. Rumbia. Berjarak 10 kilometer dari utara pusat Kabupaten Jeneponto atau sekitar 200 meter dari jalan poros Kelara-Rumbia.
Setelah sampai di gerbang menuju Air Terjun Lembah Impian anda harus berjalan kaki yang ditempu sekitar 20-30 menit. Mengingat medan yang harus dilalui yang terjal dan licin. Namun, perjalanan anda tak akan sia-sia dengan pesona yang akan anda lihat.
Sebuah air terjun dengan ketinggian sekitar 100 meter memberikan sensai tersendiri. Apalagi pepohonan yang rimbun nan sejuk menambah keindahan Air Terjun Lembah Impian.
Keunikan lain yang anda akan temukan yakni adanya batu bergambar serta monyek putih yang berada di pohon. Tak jauh dari Air Terjun Lembah Impian anda akan menemukan gua bersejarah yang terdapat sumur didalamnya.
5. Lembah Hijau Rumbia
Anggapan atu penilaian bahwa Kabupaten Jeneponto adalah wilayah gersang harus anda buang jauh-jauh. Sebab, kabupaten ini punya potensi wisata alam yang identik dengan air.
Salah satunya Lembah Hijau Rumbia atau biasa disingkat (LHR). Destinasi ini terletak di Desa Tompobulu Kecamatan Rumbia.
LHR kini telah dikelolah dengan baik oleh salah satu perusahaan swasta  berdedikasi pelestarian alam menawarkan destinasi udara sejuk dan lanskap hijau.
Sejak dulu, Kampung Rumbia tempat LHR dijuluki  sebgai kampung bambu. Jadi jangan heran desain modern villa, gazebo, kafe, aula dan yang lainnya terbuat dari bahan baku bambu.
Adapun wahana yang disajikan yakni kolam bermain anak-anak hingga dewasa, flying fox, rumah pohon, lahan camp, serta dilengkapi alat permainan tradisional yang terbuat dari bambu.
Kenyamanan pengunjung akan lebih terjaga, sebab selain menawarkan berbagai wahana, lokasi ini pun berada di antara puluhan pematang sawah. Sehingga nuansa alamnya lebih.
6. Bukit Gantarang Buleng
Bukit Gantarang Buleng. Lokasi wisata ini merupakan wisata alam yang menarik, didalamnya menyimpan potensi alam antara lain adanya bentukan batu alam sarang lebah, gua jodoh dan pohon unik tapak kaki turunan raja Binamu menurut mitos, serta air terjun alami.
Akses jalan menuju temapat ini sudah dapat dilalui mobil dan motor dengan jarak sekitar 12 Km dari kota Kecamatan Kelara, namun terdapat akses yang lebih dekat dan aman dari kecamatan Taroang hanya menempuh jalan sekitar 3 km.
Selain potensi wisata alam juga kemungkinan besar lokasi wisata alam ini dapat menjadi obyek penelitian sejarah dan arkeologi karena di lokasi ini, banyak ditemukan, fosil dan peninggalan masa lalu misalnya tapak kaki dihamparan batu endapan.
7. Birtaria Kassi
Obyek wisata Birta Ria yang dikenal dengan sebutan Kassi adalah magnet Kabupaten Jeneponto untuk menyedot wisawatan. Pesona alam dan pantai akan mengundang decak kagum pengunjung yang datang ke tempat ini. Dengan pesona pantai dan nuansa alamnya yang menyajikan kesejukan, menjadikannya sebagai alternatif tamasya warga Turatea dan sekitarnya.
Kawasan Birta Ria Kassi terletak di Desa Tonro Kassi, Kecamatan Tamalatea, KabupatenJeneponto. Luas obyeknya mencapai empat hektare. Jarak dari Kota Makassar, menuju obyek kurang lebih 60 kilometer.
Letaknya sangat strategis, hanya 200 meter dari jalan propinsi. Dari Kota Jeneponto, anda dapat menempuh jarak 20 kilometer atau satu jam perjalanan.  Kawasan ini dilengkapi dengan fasilitas kolam renang
8. Air Terjun Je’ne Ariba
Mengunjungi Jeneponto tak lengkap rasanya bila tidak ke Air terjun Je’ne Ariba. Je’ne Ariba berada di Desa Kapita kecamatan Bangkala.
Air terjun Je’ne Ariba ini memiliki keunikan tersendiri untuk ditelusuri. Di mana saat memasuki kawasan ini, para pengunjungnya akan dijamu dengan keindahan pegunungan yang cukup memukau dan mempesona. Selanjutnya menuju ke arah obyek, pengunjung kembali diwajibkan untuk menelusuri perkebunan jagung, jambu menteh dan tambak ikan.
Ini tentu saja menjadi keasyikan dan tantangan tersendiri bagi Anda yang suka berpetualang ke alam bebas. Sekilas, perjalanan akan sangat melelahkan saat menuju lokasi Je’ne Ariba, tapi Anda tak perlu khawatir mengingat keindahan alam yang bertebaran di seputar jalan menuju area air terjun membuat kita tak merasakan hal ini.
Malah sebaliknya decak kagum selalu datang menghampiri. Kesejukan air telaga di Je’ne Ariba sangat bening dan segar. Di kawasan ini sangat sering digunakan sebagai tempat rekreasi masyarakat umum bersama keluarga, khususnya pada hari Minggu yang juga bersamaan hari pasar di seputaran desa Kapita ini. Jarak tempuh wisata Je’ne Ariba sekitar 25 km dari kota Jeneponto.
9. Sungai Ta’lambua
Aliran Sungai Ta’lambua di Dusun Bontolebang, Desa Paitana, Kec. Turatea, Kab. Jeneponto memiliki nilai eksotis tersendiri.
Dimana selain alirannya yang menguji adrenalin anda, di sekitar sungai anda dapat menemukan bebatuan karst yang jarang anda temukan di tempay lain. Tak sedikit memiliki ukuran raksasa.
Suara aliran sungai juga memberikan sensasi ketenangan yang akan membuat liburan semakin berkwalitas.
10. Air Terjun Kara’ngasa
Air Terjun Kara’ngasa terletak di Jl. Kara’ngasa Desa Lebang Manai (perbatasan Jeneponto dan Bantaeng) akses menuju lokasi air terjun ini dapat ditempuh sekitar 15 menit dengan medan jalan yang kurang mulus.
Sedangkan untuk menuju air terjun ini dapat ditempuh sekitar 10 menit dengan jalan kaki dan melewati medan yang cukup terjal dan licin, dilokasi ini terdapat 2 air terjun yang sangat indah dengan panorama air terjun yang berbeda. Jika ingin berkunjung ke tempat ini ada baiknya kita bertanya kepada warga sekitar agar tidak tersesat di jalan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar