MENU

Sabtu, 25 Agustus 2018

SDIT IKHTIAR


A.     VISI SEKOLAH
Terwujudnya generasi Berkarakter, Cerdas, Kompetitif dan Cinta Lingkungan
B.     MISI SEKOLAH
1.     Berkarakter: Memiliki akhlakul karimah dan cinta lingkungan
2.     Cerdas: Cerdas akademik dan non akademik
3.     Kompetitif: Unggul dalam prestasi
C.      TUJUAN SEKOLAH
 Secara khusus tujuan pendidikan di SDIT Ikhtiar adalah:
1.     Menuntaskan sarana pembelajaran yang dicanangkan pemerintah dalam kurikulum nasional
2.     Mengajarkan kemampuan membaca Al Qur’an dengan stándar tahsin dan tartil (membaca sesuai hukum tajwid), dan kemampuan menghafal al-Qur’an (tahfidzul Qur’an) dengan stándar minimal 2 (dua) juz
3.     Meraih prestasi akademik maupun non akademik minimal tingkat Kota Makassar
4.     Menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bekal untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi;
5.     Menjadi sekolah pelopor dan penggerak di lingkungan masyarakat sekitar;
6.     Menjadi sekolah rujukan tentang implementasi nilai-nilai islami dalam pembelajaran
Strategi dan pendekatan yang diterapkan dalam menjalankan misi dan upaya mencapai tujuan pendidikan, dan diharapkan dapat mendukung keefektifan penyelenggaraan sekolah, adalah :
1.     Mewujudkan lingkungan sekolah yang kondusif (biah sholihah) dalam dimensi keamanan, kesehatan, kebersihan, keindahan, suasana kekeluargaan (ukhuwwah islamiyah), fasilitas belajar dan beribadah.
2.     Menerapkan aturan dan norma yang bersendikan nilai-nilai islam dalam hal berperilaku, bertutur kata, berpakaian, berinteraksi, makan dan minum, serta perilaku lainnya yang lazim digunakan di lingkungan di sekolah
3.     Menerapkan pembelajaran yang efektif dengan memperkaya dan meluaskan sumber belajar, meningkatkan intraksi yang stimulatif melalui pendekatan dan metode yang menumbuhkan kemampuan pemecahan masalah dan dilakukan dalam pendekatan kolaboratif dan kooperatif
4.     Mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, belajar dengan melakukan, mengembangkan kemampuan social, mengembangkan keingintahuan, imajinasi dan fitrah bertuhan, mengembangkan keterampilan, pemecahan masalah, mengembangkan kreatifitas peserta didik, mengembangkan kemampuan, menggunakan ilmu dan teknologi, menumbuhkan kesadaran sebagai warga Negara yang baik, belajar sepanjang hayat, perpaduan kompetisi, kerjasama dan solidaritas.
5.     Melakukan proses islamisasi dalam proses pembelajaran. Tujuan utama islamisasi adalah membentuk kesadaran pola piker yang integral dalam persfektif islam. Peserta didik selalu diajak berfikir dan memahami bahwa seluruh fenomena alam yang terbentang dan segala permasalahan serta dinamika yang muncul tidak dapat dilepaskan dari peran Allah SWT yang Maha Bijaksana, Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Pengatur alam raya. Dengan islamisasi pembelajaran, diharapkan terjadi hubungan emosional yang kuat antara objek bahasan, peserta didik dan nilai-nilai islam
6.     Memperkuat program pembinaan kesiswaan dengan kurikulum pendamping dan kurikulum tambahan. Pembinaan kepemimpinan serta mengefektifkan pendekatan mentoring. SDIT Ikhtiar memiliki standar pembinaan siswa yang menekankan kepada pembiasaan beribadah, pelatihan kepemimpinan, kepedulian social, peduli lingkungan dan sebagainya
7.     Menjalin kemitraan yang efektif dengan berbagai pihak terkait terutama orang tua siswa dan masyarakat sekitar
8.     Menyelenggarakan sekolah penuh waktu (fullday school)
9.     Memastikan kepala sekolah dan guru memiliki visi, misi, semangat dan pemikiran serta sikap prilaku yang sejalan dengan falsafah, nilai, visi dan misi pendirian SDIT. Melaksanakan proses rekruitmen kepala sekolah dan guru dengan standar penilaian yang ketat sesuai dengan visi misi sekolah
10.  Memberlakukan tata tertib, norma dan etika yang dibuat bersandar pada etika dan nilai islami dan kepatutan social.
D.     JAMINAN MUTU SEKOLAH
Jaminan mutu adalah jaminan yang akan dicapai siswa selama menjalankan pendidikan di SDIT Ikhtiar. Jaminan mutu adalah penjabaran dari visi,misi dan tujuan sekolah. Jaminan mutu SDIT Ikhtiar sebagai berikut:
1.     Berkarakter
Ø  Kebersihan: Mampu Menjaga kebersihan diri, mampu menjaga kebersihan lingkungan (cinta lingkungan)
Ø  Kedisiplinan: mampu disiplin waktu, mampu disiplin pakaian, Mampu  Bersikap Antri
Ø  Kesopanan: Mampu nenerapkan 5S(Salam Senyum Sapa, Sopan dan Santun), mampu berkata baik atau diam
Ø  Melakukan Ibadah Dengan benar:  sadar sholat, sadar puasa, sadar Infaq
Ø  Bersikap Mandiri: mampu berperilaku mandiri di sekolah, mampi berperilaku mandiri di rumah
Ø  Berbudaya Islam: Mampu menerapkan budaya islam
Ø  Memiliki Kemampuan Membaca, menghafal dan memehami Alquran dengan baik: Membaca Al-Qur’an dengan benar, Mampu menghafal Al-Qur’an 3 Juz. Tadarrus secara  mandiri.
Ø  Berkomunikasi dalam dua bahasa: mampu bercakap dalam dua bahasa (arab dan Inggris).
2.     Cerdas
Ø  Memiliki Wawasan Luas: lulus ujian sekolah  dengan nilai rata-rata 80 pada pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Ø  Memiliki  Keterampilan Hidup (LIFE SKILL): Mampu menghasilkan karya tulis,
Ø  Renang: Mampu berenang
Ø  Ikhtiar talent: Mewarnai, menggambar dan tari.
3.     Kompetitif
Ø  Tahfidz dan Tilawah: mulai menghafal juz 30 dengan tartil dan lagu yang merdu,
Ø  Futsal: Meraih Juara dalam Ajang Futsal
Ø  Tapak Suci: Meraih juara dalam Tapak Suci.

BAB II TUJUAN PENDIDIKAN, VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH


BAB II
TUJUAN PENDIDIKAN, VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH
A.     TUJUAN PENDIDIKAN
 SDIT pada hakikatnya adalah sekolah yang mengimplementasikan konsep konsep pendidikan islam berlandaskan Al Qur’an dan As Sunnah. Konsep operasional SDIT merupakan akumulasi dari proses pembudayaan, pewarisan dan pengembangan ajaran islam, budaya dan peradaban islam dari generasi ke generasi. Istilah “terpadu” dalam SDIT dimaksudkan sebagai penguat (taukid) dari islam itu sendiri yang bermakna islam yang utuh, menyeluruh, integral bukan parsial, syumuliyyah bukan juz’iyyah. Hal ini menjadi semangat utama dalam gerak dakwah dalam bidang pendidikan sebagai “perlawanan’ terhadap pemahaman sekuler, dikotomi. Dalam aplikasinya SDIT diartikan sebagai sekolah yang menerapkan pendekatan penyelenggaraan sekolah dengan memadukan pendidikan umum dan pendidikan agama menjadi satu jalinan kurikulum. Dengan pendekatan ini, semua mata pelajaran dan semua kegiatan sekolah tidak lepas dari bingkai ajaran dan pesan islami.
Disamping keterpaduan pendidikan pada ranah kognitif, afektif dan konatif, SDIT Ikhtiar juga memadukan pendidikan aqliyah, ruhiyah dan jasadiyah. Artinya SDIT Ikhtiar berupaya mengembangkan kemampuan peserta didik di ranah intelektualnya, meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaannya, juga memperhatikan kebugaran jasmaninya. Keterpaduan antara pendidikan di sekolah, rumah dan masyarakat menjadi perhatian. Keikutsertaan para orang tua dan masyarakat secara keseluruhan dalam mendidik generasi ‘rabbani’ sungguh sangat dibutuhkan.
SDIT Ikhtiar adalah sekolah yang bertekad keras untuk menjadikan nilai dan ajaran islam terjabarkan dalam seluruh aspek yang terkait dengan penyelenggaraan sekolah. Prinsip-prinsip tersebut meliputi :
a.     Meyakini bahwa penyelenggaraan pendidikan islam merupakan pekerjaan mulia yang menuntut dedikasi, loyalitas dan kerja keras.
b.     Pendidikan diselenggarakan dengan tulus ikhlas, dedikasi yang tinggi dengan cara-cara yang  bijak dan dipandang sebagai kewajiban menjalankan perintah Allah SWT.
c.     Pendidikan pada hakikatnya adalah mengajarkan seluruh kandungan Islam (al Qur’an dan Hadits) sebagai satu kesatuan ilmu Allah. Oleh karenanya seluruh kandungan kurikulum di SDIT dikembangkan berdasarkan keyakinan dan pandangan yang terpadu bersendikan ke-tauhid-an Allah SWT. SDIT Ikhtiar berupaya mengintegrasikan ilmu Allah yang tersurat (Qauliyah) dan ilmu Allah yang bertebaran di muka bumi (Kauniyah) dalam bangunan kurikulum, mengedepankan keteladanan (qudwah hasanah) dari para pendidik dalam membentuk karakter peserta didik, terutama dalam hal ‘ubudiyah dan akhlaqiyah. In
Tujuan Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilm, cakap, kratif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab
Tujuan Pendidikan Dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
B.     VISI SEKOLAH
Terwujudnya generasi Berkarakter, Cerdas, Kompetitif dan Cinta Lingkungan
C.      MISI SEKOLAH
1.     Berkarakter: Memiliki akhlakul karimah dan cinta lingkungan
2.     Cerdas: Cerdas akademik dan non akademik
3.     Kompetitif: Unggul dalam prestasi
D.     TUJUAN SEKOLAH
 Secara khusus tujuan pendidikan di SDIT Ikhtiar adalah:
1.     Menuntaskan sarana pembelajaran yang dicanangkan pemerintah dalam kurikulum nasional
2.     Mengajarkan kemampuan membaca Al Qur’an dengan stándar tahsin dan tartil (membaca sesuai hukum tajwid), dan kemampuan menghafal al-Qur’an (tahfidzul Qur’an) dengan stándar minimal 2 (dua) juz
3.     Meraih prestasi akademik maupun non akademik minimal tingkat Kota Makassar
4.     Menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bekal untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi;
5.     Menjadi sekolah pelopor dan penggerak di lingkungan masyarakat sekitar;
6.     Menjadi sekolah rujukan tentang implementasi nilai-nilai islami dalam pembelajaran
Strategi dan pendekatan yang diterapkan dalam menjalankan misi dan upaya mencapai tujuan pendidikan, dan diharapkan dapat mendukung keefektifan penyelenggaraan sekolah, adalah :
1.     Mewujudkan lingkungan sekolah yang kondusif (biah sholihah) dalam dimensi keamanan, kesehatan, kebersihan, keindahan, suasana kekeluargaan (ukhuwwah islamiyah), fasilitas belajar dan beribadah.
2.     Menerapkan aturan dan norma yang bersendikan nilai-nilai islam dalam hal berperilaku, bertutur kata, berpakaian, berinteraksi, makan dan minum, serta perilaku lainnya yang lazim digunakan di lingkungan di sekolah
3.     Menerapkan pembelajaran yang efektif dengan memperkaya dan meluaskan sumber belajar, meningkatkan intraksi yang stimulatif melalui pendekatan dan metode yang menumbuhkan kemampuan pemecahan masalah dan dilakukan dalam pendekatan kolaboratif dan kooperatif
4.     Mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, belajar dengan melakukan, mengembangkan kemampuan social, mengembangkan keingintahuan, imajinasi dan fitrah bertuhan, mengembangkan keterampilan, pemecahan masalah, mengembangkan kreatifitas peserta didik, mengembangkan kemampuan, menggunakan ilmu dan teknologi, menumbuhkan kesadaran sebagai warga Negara yang baik, belajar sepanjang hayat, perpaduan kompetisi, kerjasama dan solidaritas.
5.     Melakukan proses islamisasi dalam proses pembelajaran. Tujuan utama islamisasi adalah membentuk kesadaran pola piker yang integral dalam persfektif islam. Peserta didik selalu diajak berfikir dan memahami bahwa seluruh fenomena alam yang terbentang dan segala permasalahan serta dinamika yang muncul tidak dapat dilepaskan dari peran Allah SWT yang Maha Bijaksana, Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Pengatur alam raya. Dengan islamisasi pembelajaran, diharapkan terjadi hubungan emosional yang kuat antara objek bahasan, peserta didik dan nilai-nilai islam
6.     Memperkuat program pembinaan kesiswaan dengan kurikulum pendamping dan kurikulum tambahan. Pembinaan kepemimpinan serta mengefektifkan pendekatan mentoring. SDIT Ikhtiar memiliki standar pembinaan siswa yang menekankan kepada pembiasaan beribadah, pelatihan kepemimpinan, kepedulian social, peduli lingkungan dan sebagainya
7.     Menjalin kemitraan yang efektif dengan berbagai pihak terkait terutama orang tua siswa dan masyarakat sekitar
8.     Menyelenggarakan sekolah penuh waktu (fullday school)
9.     Memastikan kepala sekolah dan guru memiliki visi, misi, semangat dan pemikiran serta sikap prilaku yang sejalan dengan falsafah, nilai, visi dan misi pendirian SDIT. Melaksanakan proses rekruitmen kepala sekolah dan guru dengan standar penilaian yang ketat sesuai dengan visi misi sekolah
10.  Memberlakukan tata tertib, norma dan etika yang dibuat bersandar pada etika dan nilai islami dan kepatutan social.
E.      JAMINAN MUTU SEKOLAH
Jaminan mutu adalah jaminan yang akan dicapai siswa selama menjalankan pendidikan di SDIT Ikhtiar. Jaminan mutu adalah penjabaran dari visi,misi dan tujuan sekolah. Jaminan mutu SDIT Ikhtiar sebagai berikut:
1.     Berkarakter
Ø  Kebersihan: Mampu Menjaga kebersihan diri, mampu menjaga kebersihan lingkungan (cinta lingkungan)
Ø  Kedisiplinan: mampu disiplin waktu, mampu disiplin pakaian, Mampu  Bersikap Antri
Ø  Kesopanan: Mampu nenerapkan 5S(Salam Senyum Sapa, Sopan dan Santun), mampu berkata baik atau diam
Ø  Melakukan Ibadah Dengan benar:  sadar sholat, sadar puasa, sadar Infaq
Ø  Bersikap Mandiri: mampu berperilaku mandiri di sekolah, mampi berperilaku mandiri di rumah
Ø  Berbudaya Islam: Mampu menerapkan budaya islam
Ø  Memiliki Kemampuan Membaca, menghafal dan memehami Alquran dengan baik: Membaca Al-Qur’an dengan benar, Mampu menghafal Al-Qur’an 3 Juz. Tadarrus secara  mandiri.
Ø  Berkomunikasi dalam dua bahasa: mampu bercakap dalam dua bahasa (arab dan Inggris).
2.     Cerdas
Ø  Memiliki Wawasan Luas: lulus ujian sekolah  dengan nilai rata-rata 80 pada pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Ø  Memiliki  Keterampilan Hidup (LIFE SKILL): Mampu menghasilkan karya tulis,
Ø  Renang: Mampu berenang
Ø  Ikhtiar talent: Mewarnai, menggambar dan tari.
3.     Kompetitif
Ø  Tahfidz dan Tilawah: mulai menghafal juz 30 dengan tartil dan lagu yang merdu,
Ø  Futsal: Meraih Juara dalam Ajang Futsal
Ø  Tapak Suci: Meraih juara dalam Tapak Suci.

PENDAHULUAN DOKUMEN 1


BAB I
PENDAHULUAN
A.        Latar Belakang
Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter adalah kurikulum baru yang dicetuskan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill dan pendidikan berkarakter, siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif falam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi. Kurikulum ini menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang diterakpan sejak 2006 lalu. Dalam kurikulum 2013 mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap satuan atau jenjang pendidikan.
Didalam penjelasan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Bagian Umum dijelaskan bahwa pembaruan pendidikan memerlukan strategi tertentu, dan salah satu strategi pembangunan pendidikan nasional ini adalah ...”2. pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis komputer.

Senin, 21 November 2016

RUSH MONEY DAN DAMPAKNYA


Apa itu Rush Money ?
apa itu rush money pengertian rush money
apa itu rush money pengertian rush money
Belakangan ini sering kita dengar kata rush money yang sebelumnya belum pernah kita dengar, istilah ini semakin sering muncul setelah aksi damai 4 november bela Al Quran yang dilakukan berbagai ormas islam dalam rangka menuntuk untuk segera di adilinya dugaan penista agama yang dilakukan oleh ahok.
Setelah kejadian demo aksi damai 4 november itulah mulai terdengar kabar rush money yang akan dilakukan rakyat indonesia apabila nantinya proses hukum yang dilakukan kepada dugaan penistaan agama tidak berjalan dengan sesuai hukum yang adil.
Pengertian Rush Money
Pengertian dari aksi rush money adalah gerakan menarik uang yang ada di bank sebanyak banyaknya dengan tujuan keguncangan perekonomian di dalam negeri, tujuannya adalah bisa jadi berbagi motiv bisa jadi karena kecewa dengan pemerintahan.
Atau bisa juga karena ulah pihak asing yang sengaja menyulutnya untuk menghancurkan kestabilan perekonomian suatu negara.
Dampak dari Rush Money
Sekarang kita berbicara dampak dari gerakan rush money itu sendiri, saya tidak akan berbicara menggunakan bahasa yang tinggi atau dengan istilah perhitungan yang rumit, mari kita renungkan.
Bayangkan jumlah rakyat indonesia sekarang ini adalah 254,9 Juta, dari jumlah sebegitu banyak tentu tidak semua akan melakukan yang namanya rush money.
Kita ambil angka kecilnya saja.
Katakanlah 5 juta orang melakukan rush money dan dari 5 juta orang itu rata-rata tiap orang menarik uang yang mereka miliki di bank sebanyak 2 juta saja, di hari atau minggu yang sama.
Jika dikalikan jumlah semuanya adalah sekitar 10 triliunan, coba bayangkan bank yang berada di suatu negara mengalami hal demikian bisa terbayangkan apa yang akan terjadi ? tentu saja kekacauan.
Para Analis Ekonomi dan Politik Labor Institute Indonesia, yaitu Andy William Sinaga menyampaikan, Rush Money dapat menyebabkan tiga segi.
Diantaranya adalah sebagai berikut.
Dampak Ekonomi
Jika rush money benar-benar dilakukan maka akan timbul kekacauan dalam system perbankan, bank akan mengalami kekurangan uang cash, sehingga dapat menyebabkan gejolak ekonomi.
Dampak Sosial
Dengan bank yang mengalami kekacauan maka akan timbul juga keresahan di masyarakat, hal ini akan semakin menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia.
Dampak Politik
Dengan adanya gerakan rush money ini maka politik leader terutapa partai pendukung pemerintah bisa saja menarik konsensus untuk menarik dukungan kepada pemerintahan yang sah.
Sumber ini diambil dari : sumut.pojoksatu.co.id
Nah begitulah kengerian yang akan terjadi jika gerakan rush money benar-benar dilakukan, tentunya apa yang saja gambarkan diatas tidak 100% akurat karena masih banyak kemungkinan yang akan terjadi.
Bahaya di Balik Gerakan Rush Money
bahaya rush money
ngelmu.com
Ada banyak bahaya megintai jika gerakan rush money ini benar bear dilakukan, bayangkan saja negara yang tadinya normal makmur tiba-tiba terjadi gejolak di dalamnya, tentunya akan mebuat negara ini kacau balau, bahkan bisa jadi krisis di tahun 90 an terulang kembali.

Pemerintah Geram dan Melakukan Penyelidikan

Setelah isu rush money meledak di sosial media, pemerintah mulai serius mengusut kasus ini. Pihak kepolisian berjanji akan mencari penyebar isu mengerikan dan membuat banyak orang jadi kebingungan. Kalau saja aksi ini benar-benar dilakukan, Indonesia bisa saja ambruk setelah krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998 silam.
Polisi tangani penyebar isu [image source]
Polisi tangani penyebar isu [image source]
Menyebarkan isu rush money dan melakukannya dengan tujuan yang berbau politis, sama halnya melakukan pengkhianatan pada negara. Siapa saja yang melakukan tindakan makar akan dijatuhi hukuman yang berat. Memengaruhi masyarakat untuk berbuat buruk adalah perbuatan yang melanggar hukum dan wajib diadili dan dihukum dengan setimpal.
Pendapat Sri Mulyani Mengenai Rush Money
Banyak orang berpendapat mengenai isu gerakan rush money yang akan dilakukan tanggal 25 November 2016 ini, diantaranya adalah ibu sri mulyani.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa ajakan rush akan merusak perbankan dan kepentingan masyarakat.
“Kalau merusak, pasti yang akan terkena dan menderita dulu adalah masyarakat paling kecil dan masyarakat miskin. Oleh karena itu hati-hati dalam melakukan tindakan yang bisa saja melukai dan memengaruhi kepentingan masyarakat sendiri,” jelasnya kepada para wartawan, Jumat (18/11).
Bisa ditebak siapa yang diuntungkan ?
Negara asing!
Dan siapa yang dirugikan ?
Secara keseluruhan rakyat indonesialah yang akan dirugikan.
Saya tidak akan melakukan ajakan untuk melakukan aksi ini ataupun ajakan untuk tidak melakukan aksi ini, karena pengetahuan saya memang masih kurang dan saya pribadi tidak ingin adanya kekacauan di negara yang sama-sma kita cintai ini, semoga allah memberikan apa yang terbaik untuk bangsa ini.
“Yang jelas janganlah kalian melakukan sesuatu yang belum kalian ketahui didalamnya”
Namun jika anda merasa khawatir akan terjadi kerusuhan dan khawatir akan uang anda yang ada di bank tidak bisa di ambil, maka silahkan bagi anda yang mau menarik uang anda dan ingin mengamankannya.